Rabu, 12 Desember 2018

PANTAI KUTA MANDALIKA LOMBOK, NUSA TENGGARA BARAT


        Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika yang baru-saja diresmikan operasionalnya oleh Presiden Joko Widodo ini merupakan salah satu dari sebelas KEK yang tersebar dari ujung barat hingga wilayah timur Indonesja. Posisi KEK Mandalika terbilang sangat strategis berada di Kabupaten Lombok Tengah di Pulau Lombok. Berjarak 30 menit dari Bandara Internasional Lombok, Praya, dan terbentang sepanjang 14,6 km mulai dari Pantai Mandalika, Pantai Seger, hingga Pantai Tanjung Aan. Kawasan KEK Mandalika akan memiliki 10.000 kamar hotel, sirkuit balap Moto GP kelas dunia, serta convention center. Jadi wisatawan datang kesini dalam kunjungan bisnisnya dapat bersenang-senang, menikmati alamnya yang indah dan berolahraga, di sela waktu yang ada.

        pantai senggigi memang lebih dulu dikenal di Lombok. Seiring waktu dan perluasan pembangunan maka tak pelak lagi Lombok Tengah akan menjadi tujuan wisata favorit dan ikonnya tentu saja kawasan KEK Mandalika. Nah, saya ingin cerita sedikit tentang sepotong pantai di Kawasan KEK Mandalika, yaitu Pantai Mandalika. Pantai Mandalika ini sepuluh tahun lalu dikenal sebagai Kuta Lombok karena lokasinya di Desa Kuta. Untuk melepaskan diri dari bayang-bayang Kuta Bali maka mulai disosialisaikan perubahan nama menjadi Mandalika. Pantai ini juga berbalut kisah legenda Puteri Mandalika yang menerjunkan dirinya ke laut dan konon dipercaya menjelma menjadi cacing laut yang disebut Nyale. Dan cacing-cacing ini muncul setahun sekali di Pantai Mandalika pada saat tertentu dan dijadikan hidangan yang lezat. Hari-hari munculnya Nyale dari laut selalu disambut meriah oleh ribuan wisatawan baik lokal maupun mancanegara.



          Yang membedakan Pantai Mandalika dengan umunya pantai lain adalah pasir pantainya. Pasir pantai yang putih bersih dengan tekstur membundar hingga terkadang dijumpai ukuran sebesar butiran merica seperti juga dijumpai di Pantai Tanjung Aan. Pasir merica ini terbentuk dari fosil foraminifera. Foraminifera adalah organisme bersel tunggal yang bercangkang yang hidup di lingkungan air terutama di laut. Organisme ini hidup dari ganggang yang hidup di sekitar terumbu karang. Cangkang mikroorganisma yang telah mati akan tersapu ombak dan terdampar di pantai dan terakumulasi secara melimpah membentuk pasir putih. Wisatawan yang pernah mampir kesini pasti membicarakan keunikan pasir pantainya. Bahkan tak jarang membawanya pulang sebagai souvenir.

        Pesona yang memikat lainnya, selain keunikan butiran pasir adalah airnya yang jernih berwarna biru toska dengan ombak yang mengalun tenang. Pada saat permukaan air laut di pantai surut, akan terlihat tumbuhan ganggang laut, beserta biota laut lainnya seperti bintang laut, teripang serta terumbu karang. Biota laut ini mengundang minat anak-anak untuk bermain-main di antara bebatuan karang. Di sekitar pantai di jumpai bukit-bukit kecil bervegetasi rendah yang mudah didaki oleh anak-anak. Mereka lalu duduk di atas bukit memandang ke arah laut. Dapat dimengerti jika anak-anak senang bermain disini



0 komentar:

Posting Komentar

 
Copyright © 2010 Ilmu Pariwisata | Design : Noyod.Com | Images : Red_Priest_Usada, flashouille