Sabtu, 16 Desember 2017

Makalah Budaya Kerja

BAB I
PENDAHULUAN
A.  Latar Belakang

 Sesungguhnya bangsa Indonesia ini sudah memiliki budaya kerja dalam pengertian sebagai pola bagi tindakan. Dalam relasinya dengan dunia kerja masyarakat sudah memiliki dasar-dasar untuk bekerja keras. Teks kerja keras tersebut dapat dilihat di dalam kaitannya dengan ajaran tentang pentingnya menjaga keseimbangan antara kehidupan duniawai dan ukhrowi. Seseorang tidak saja harus sepenuhnya mencari kebahagiaan di akhirat tetapi juga harus mencari kebahagiaan di dalam kehidupan duniawi.
Sebagai contoh budaya kerja yang dianut oleh masyarakat indonesia adalah integritas, etos kerja, dan gotong royong yang sebagaimana di sebutkan oleh kementerian pariwisata arief yahya.
Budaya kerja ini diharapkan menjadi tonggak dimulainya pembangunan karakter dan sikap yang tidak melakukan korupsi, sehingga menjadi motor penggerak penguatan sektor pariwisata. Maka dari itu sangat penting sekali bagi generasi penerus bangsa khususnya para mahasiswa untuk mengetahui budaya kerja bangsa Indonesia.

B.   Rumusa Masalah
1.      Apa itu budaya kerja dan bagaimana penerapannya di dalam suatu industri?
2.      Apa saja jenis-jenis budaya kerja yang bisa di terapkan oleh karyawan?
3.      Apa manfaat budaya kerja di dalam industri pariwisata?

C.   Tujuan
1.      Menjelaskan apa itu budaya kerja dan bagaimana penerapannya.
2.      Menyebutkan jenis-jenis budaya kerja.
3.      Manfaat budaya keja bagi industri pariwisata.

D.  Manfaat
1.      Mahasiswa dapat menggunakan penjelasan ini untuk di implementasikan/bekerja pada perusahaan.
2.      Mahasiswa dapat mengetahui apa saja yang diperlukan dalam menciptakan budaya organisasi dan budaya kerja.
3.      Mengetahui manfaat dan karakteristik dalam budaya organisasi dan budaya kerja.



BAB II
PEMBAHASAN

A.  Pengertian Budaya
Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai "kultur" dalam bahasa Indonesia.Budaya secara harfiah berasal dari Bahasa Latin yaitu Colere yang memiliki arti mengerjakan tanah, mengolah, memelihara ladang (menurut Soerjanto Poespowardojo 1993).
Menurut The American Herritage Dictionary mengartikan kebudayaan adalah sebagai suatu keseluruhan dari pola perilaku yang dikirimkan melalui kehidupan sosial, seni, agama, kelembagaan, dan semua hasil kerja dan pemikiran manusia dari suatu kelompok manusia.
Menurut Koentjaraningrat budaya adalah keseluruhan sistem gagasan tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan miliki diri manusia dengan cara belajar.
Dari berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan adalah sesuatu yang akan mempengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.








B.   Pengertian budaya kerja

Budaya Kerja adalah suatu falsafah dengan didasari pandangan hidup sebagai nilai-nilai yang menjadi sifat, kebiasaan dan juga pendorong yang dibudayakan dalam suatu kelompok dan tercermin dalam sikap menjadi perilaku, cita-cita, pendapat, pandangan serta tindakan yang terwujud sebagai kerja. (Sumber : Drs. Gering Supriyadi, MM dan Drs. Tri Guno, LLM )
Secara konseptual, budaya kerja secara tekstual tersebut dapat digambarkan, yaitu:
1)      Integritas dan profesionalisme,
Integritas dan profesionalisme yaitu konsisten dalam kata dan perbuatan serta ahli dalam bidangnya. Orang yang memiliki integritas kepribadian, maka dia akan melakukan sesuatu yang sesuai antara apa yang diucapkan dan apa yang dilakukan.
Kepribadian ini muncul dari keyakinan bahwa bekerja tidak semata untuk meraih prestasi keduniawaian tetapi juga memiliki makna keukhrawian atau ibadah. Bekerja yang didasari oleh semangat ibadah akan menyebabkan orang bekerja tanpa pamrih untuk kepentingan individu tetapi untuk kepentingan kebersamaan. Selain itu juga memiliki kemampuan yang seimbang. Dia akan bekerja dengan pengetahuan, sikap dan keahliannya.

2)      Kepemimpinan dan keteladanan,
Kepemimpinan dan keteladanan yaitu mampu mendayagunakan kemampuan potensi bawahan secara optimal. Jika ketepatan diberi kekuatan untuk menjadi pemimpin maka tidak akan memanfaatkannya untuk bekerja secara otoriter tetapi secara partisipatif. Seseorang akan secara maksimal mendayagunakan bawahannya sebagai partner untuk mencapai visi dan misi institusi. Selain itu juga berlaku sebagai teladan. Menjadi teladan dalam kerja keras, tanggungjawab, dan kedisiplinan dan sebagainya.

3)      Kebersamaan dan dinamika kelompok,
 Kebersamaan dan dinamika kelompok yaitu mendorong agar cara kerjanya tidak bersifast individual dan pusat kekuasaan tidak pada satu tangan. Sesuatu yang sangat sulit di dalam relasi kerja adalah membangun kerja sama dalam kerja kelompok. Meskipun manusia itu tahu bahwa tidak mungkin urusan diselesaikan secara individual, namun demikian ketika harus bekerja sama terkadang mengalami kesulitan. Bayangkan saja tidak ada manusia yang bisa memenuhi kebutuhannya secara sendiri kecuali dalam relasinya dengan manusia lainnya. Ada ungkapan yang bagus yaitu TEAM, Together Everyone Achieve More. Justru melalui kebersamaan seseorang akan mendapatkan lebih banyak.

4)      Ketepatan dan kecepatan
Ketepatan dan kecepatan  yaitu adanya kepastian waktu, kuantitas, kualitas dan finasial yang dibutuhkan. Prinsip yang harus dijadikan sebagai pedoman adalah semakin cepat semakin baik. Prinsip pelayanan yang harus dikembangkan dalam suatu institusi adalah pelayanan prima yang berbasis kecepatan dan ketepatan. Bukan prinsip gremet-gremet angger slamet atau lambat-lambat tetapi selamat, tetapi cepet-cepet angger selamet. Makanya yang diperlukan adalah kecepatan dan ketepatan.
Kerja yang cepat dan tepat merupakan kerja yang menggunakan keturukuran yang jelas. Jika pekerjaan bisa diselesaikan sehari maka akan diselesaikannya tepat waktu. Jika pekerjaan itu menghabiskan anggaran tertentu, maka akan dilaksanakan sesuai dengan ukuran anggaran yang tepat. Jika bisa seperti itu maka tidak akan terjadi kasus mark up dan sebagainya, juga bukan kerja yang menjadikan sesuatu yang mudah menjadi sulit dan sebagainya.

5)      Rasionalitas dan kecerdasan emosi,
Rasionalitas dan kecerdasan emosi yaitu keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan emosional. Ternyata di dalam kehidupan ini yang dibutuhkan bukan sekedar orang yang cerdas secara intelektual saja. Kenyataannya banyak orang yang cerdas intelektual tetapi justru tidak berhasil dalam kehidupannya. Kehidupan ini bukan hanya membutuhkan logika akan tetapi juga kecerdasan emosi yang didasari oleh pemahaman tentang perasaan dan kemanusiaan.
Melalui kecerdasan logika manusia akan menyatakan ya atau tidak. Akan tetapi untuk menyatakan ya atau tidak tentu dibutuhkan pertimbangan kemanusiaan. Melalui keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan emosional maka akan memunculkan keteguhan dan ketegasan. Dan yang tidak boleh dilupakan adalah kecerdasan spiritual yang berbasis pada keyakinan dan moralitas kebaikan. Dengan menggabungkan ketiganya dalam kerja maka seseorang akan bisa meraih kebahagiaan yang memadai.









C.   Tujuan Atau Manfaat Budaya Kerja
Budaya kerja memiliki tujuan untuk mengubah sikap dan juga perilaku SDM yang ada agar dapat meningkatkan produktivitas kerja untuk menghadapi berbagai tantangan di masa yang akan datang.
Manfaat dari penerapan Budaya Kerja yang baik antara lain:
a)      Meningkatkan jiwa gotong royong.
b)      Meningkatkan kebersamaan.
c)      Saling terbuka satu sama lain.
d)     Meningkatkan jiwa kekeluargaan.
e)      Meningkatkan rasa kekeluargaan.
f)       Membangun komunikasi yang lebih baik.
g)      Meningkatkan produktivitas kerja.
h)      Tanggap dengan perkembangan dunia luar, dll.




BAB III
PENUTUP
A.   Kesimpulan

Semua sumber daya manusia harus dapat memahami dengan benar budaya kerjanya, karena pemahaman ini sangat berkaitan dengan setiap langkah ataupun kegiatan yang dilakukan, baik perencanaan yang bersifat strategis dan taktikal maupun kegiatan impleentasi perencanaan, dimana setiap kegiatan tersebut harus berdasar pada budaya kerja.
Pengaruh budaya kerja terhadap kinerja sudah banyak dilakukan di masa lalu, baik yang dilakukan di dalam negeri maupun di luar negeri, baik pada organisasi bisnis maupun pada organisasi publik. Peneliti Kotter dan Heskett (1997) yang berjudul Corporate Culture and Performance menyimpulkan bahwa (1) Budaya perusahaan mempunyai pengaruh yang sangat dominant terhadap sukses tidaknya perusahaan membangun kinerja karyawan. (2) Budaya kerja mempunyai dampak positif terhadap kinerja ekonomi perusahaan. (3) Budaya kerja dapat diciptakan dan dibentuk untuk meningkatkan kinerja organisasi.
Mungkin hanya ini hasil diskusi kami mengenai budaya kerja di  bidang pariwisata untuk melengkapi tugas dari mata kuliah etika profesi  kali ini, hasil diskusi kami ini bukan harga mati yang semata-mata mutlak benar, kami sangat mengharapkan kritik dan saran dari dosen kami atau para pembaca untuk melengkapi hasil makalah kami ini.

B.   Saran
Untuk mencapai suatu tujuan denga mudah, efisien, cepat, dan maksimal dalam suatu industri khususnya bidang pariwisata yang kita bahas kali ini akan sangat bermanfaat jika kita menerapkan ilmu budaya kerja bangsa kita yang sebagaimana nenek moyang kita melakukan budaya kerja gotong royong yang bersatu padu menggapai tujuan mereka secara bersama-sama. Maka dari itu kenapa kita tidak meneruskan budaya mereka yang memberikan kita kemudahan dan ketenangan dalam bekerja




Daftar Pustaka
Pettigrew, andrew. 2008. Journal Science Quarterly.
Indra, 18 februari. 2016. kemenpar genjot pariwisata dengan tingkatkan budaya kerja
            http://www.detik.com/kemenpar-genjot-pariwisata-dengan-tingkatkan-budaya-kerja

Gering, supriyadi dan trigono. 2002. Pengembangan budaya kerja aparatur negara. Jakarta. Kementerian pendayagunaan aparatur negara.
Ahmad. 2015. Budaya kerja organiasi pemerintah. Seminar KORPRI 7 November 2001
Teori budaya kerja.  www.etheses.uin-malang.ac.id

Definisi  Budaya Kerja Dan Tujuan Penerapannya Pada Lingkungan Sekitar http://www.organisasi.org/

SEKOLAH TINGGI PARIWISATA MATARAM


Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram
         Well hello people, adik adik insan pariwisata sekalian yang masih bingung mau melanjutkan pendidikannya, khususnya yang mau bekerja di sektor pariwisata kini telah hadir Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram yang dulunya lebih kita kenal dengan nama Akademi Pariwisata Mataram.

         Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram yang memiliki moto Smart and Digital Campus didirikan pada 16 january 1997 sebagai AKPAR Mataram ini berlokasi di Jalan Panji Tilar Negara 99x Kekalik Jaya, Kec. Sekarbela Mataram, Nusa Tenggara Barat, Indonesia.

STP MATARAM merupakan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terbaik di NTB menurut Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Dikti (Kemenristekdikti) tahun 2016.
  


Akpar Mataram ranking teratas Perguruan Tinggi Pariwisata di NTB tahun 2016 berdasarkan penilaian Kemenristek Dikti pada bulan maret 2017, sekaligus juga ranking dua dari 60 PTS se-NTB.Berikut daftar PTS dengan rankingnya.


            Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram atau yang disingkat STP Mataram merupakan Sekolah Tinggi Pariwisata pertama di Nusa Tenggara Barat (NTB) berdasarkan SK Kemenristek Dikti Nomor : 416/KPT/I/2017 Tanggal 26 Juli 2017. STP Mataram merupakan perubahan bentuk dari Akademi Pariwisata (Akpar) Mataram yang telah eksis dan berkembang di NTB selama 21 Tahun Perjalananya Tersebut, semua program studinya telah memperoleh akreditasi B. Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram bernaung dibawah yayasan Kertya Wisata Mataram. Yayasan ini memiliki komitmen kuat dengan pengalaman luas dalam rentang waktu yang panjang mengelola pendidikan pariwisata NTB. Selain mengelola Akpar Mataram selama 21 tahun, sebelumnya yayasan ini mengelola Vocational Training (Voctra: program 3 bulan, 6 bulan, 1 Tahun) dengan nama P4B cabang Mataram selama 10 tahun sejak tahun 1986. Bahkan yayasan ini tercatat sebagai yayasan pertama di NTB yang berkontribusi Menyiapkan sumber daya manusia (SDM) bidang pariwisata untuk mengisi hotel-hotel sejak dibukanya Kawasan Wisata Sengigi.
                       
Program Studi
Terdapat 3 program studi yang dimiliki oleh Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Mataram. Program studinya antara lain S-1 Pariwisata, D-3 Perhotelan, dan D-3 Perjalanan Wisata.

         ·            S-1 Pariwisata
Program studi S-1 Pariwisata merupakan Program Studi Sarjana Pariwisata di NTB. program studi S-1 Pariwisata memiliki 4 kosentrasi yaitu,
1.  Decision Maker Industry Pariwisata.
2.  Penelitian Bidang Kepariwisataan.
3.  Comunitty Leader Product Pariwisata.
4.  Consultant Priwisata.

         ·            D-3 Perhotelan
Program studi D-3 Perhotelan dengan Akreditasi B mampu mencetak sumber daya manusia (SDM) dalam memenuhi kebutuhan industri pariwisata di NTB, D-3 Perhotelan memiliki kosentrasi.
1.  Front Office.
2.  Room Division.
3.  Food & Product Division.
4.  Culinary & Pastry.
5.  Bar & Restaurant.
6.  Cruise Line

         ·            D-3 Perjalanan Wisata
Program studi D-3 Perjalanan Wisata dengan Akreditasi B mencetak sumber daya manusia (SDM) dalam kegiatan kepariwisatan di NTB, D-3 Perhotelan memiliki kosentrasi.
1.  Guiding
2.  Ticketing
3.  Tour Planning
4.  MICE

     Kerjasama

Sekolah Tinggi Mataram memiliki bursa kerja khusu untuk menyalurkan lulusannnya ke berbagai industri dalam dan luar negeri. Untuk tujuan itu Akpar Mataram telah bekerja sama dengan :
1.   Hotel Oberoi dan Hotel Lombok raya
2.   STPBI ( Sekolah Tinggi Pariwisata Bali Internasional)
3.   PT. SDSA
4.   PT. Jata Tour & Travel
5.   PT. Nizma Alam Jaya, Slangor Malaysia

Well, sekian dulu sedikit info tentang STP Mataram jika ada pertanyaan jangan sungkan-sungkan untuk bertanya di kolom komentar, atau bagi adik-adik yang mau tau lebih banyak mengenai STP Mataram kalian bisa datang ke kampusnya, mungkin untuk sekedar melihat-lihat bangunan kampus, atau penerimaan mahasiswa baru. Jangan malu untuk datang karna setiap mahasiswa, karyawan, dan dosen pengajarnya memiliki jiwa hospitality yang cukup tinggi.


 
Copyright © 2010 Ilmu Pariwisata | Design : Noyod.Com | Images : Red_Priest_Usada, flashouille