Kawasan
Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika yang baru-saja diresmikan operasionalnya oleh
Presiden Joko Widodo ini merupakan salah satu dari sebelas KEK yang tersebar
dari ujung barat hingga wilayah timur Indonesja. Posisi KEK Mandalika terbilang
sangat strategis berada di Kabupaten Lombok Tengah di Pulau Lombok. Berjarak 30
menit dari Bandara Internasional Lombok, Praya, dan terbentang sepanjang 14,6
km mulai dari Pantai Mandalika, Pantai Seger, hingga Pantai Tanjung Aan.
Kawasan KEK Mandalika akan memiliki 10.000 kamar hotel, sirkuit balap Moto GP
kelas dunia, serta convention center.
Jadi wisatawan datang kesini dalam kunjungan bisnisnya dapat bersenang-senang,
menikmati alamnya yang indah dan berolahraga, di sela waktu yang ada.
pantai senggigi memang lebih dulu dikenal di Lombok.
Seiring waktu dan perluasan pembangunan maka tak pelak lagi Lombok Tengah akan
menjadi tujuan wisata favorit dan ikonnya tentu saja kawasan KEK Mandalika.
Nah, saya ingin cerita sedikit tentang sepotong pantai di Kawasan KEK
Mandalika, yaitu Pantai Mandalika. Pantai Mandalika ini sepuluh tahun lalu dikenal
sebagai Kuta Lombok karena lokasinya di Desa Kuta. Untuk melepaskan diri dari
bayang-bayang Kuta Bali maka mulai disosialisaikan perubahan nama menjadi
Mandalika. Pantai ini juga berbalut kisah legenda Puteri Mandalika yang
menerjunkan dirinya ke laut dan konon dipercaya menjelma menjadi cacing laut
yang disebut Nyale. Dan cacing-cacing ini muncul setahun sekali di Pantai
Mandalika pada saat tertentu dan dijadikan hidangan yang lezat. Hari-hari
munculnya Nyale dari laut selalu disambut meriah oleh ribuan wisatawan baik
lokal maupun mancanegara.

Yang
membedakan Pantai Mandalika dengan umunya pantai lain adalah pasir pantainya.
Pasir pantai yang putih bersih dengan tekstur membundar hingga terkadang
dijumpai ukuran sebesar butiran merica seperti juga dijumpai di Pantai Tanjung
Aan. Pasir merica ini terbentuk dari fosil foraminifera. Foraminifera adalah
organisme bersel tunggal yang bercangkang yang hidup di lingkungan air terutama
di laut. Organisme ini hidup dari ganggang yang hidup di sekitar terumbu
karang. Cangkang mikroorganisma yang telah mati akan tersapu ombak dan
terdampar di pantai dan terakumulasi secara melimpah membentuk pasir putih.
Wisatawan yang pernah mampir kesini pasti membicarakan keunikan pasir
pantainya. Bahkan tak jarang membawanya pulang sebagai souvenir.
Pesona
yang memikat lainnya, selain keunikan butiran pasir adalah airnya yang jernih
berwarna biru toska dengan ombak yang mengalun tenang. Pada saat permukaan air
laut di pantai surut, akan terlihat tumbuhan ganggang laut, beserta biota laut
lainnya seperti bintang laut, teripang serta terumbu karang. Biota laut ini
mengundang minat anak-anak untuk bermain-main di antara bebatuan karang. Di
sekitar pantai di jumpai bukit-bukit kecil bervegetasi rendah yang mudah didaki
oleh anak-anak. Mereka lalu duduk di atas bukit memandang ke arah laut. Dapat
dimengerti jika anak-anak senang bermain disini